Kamis, 02 September 2010

Antara Diplomasi dan Gencatan Senjata

oleh ; SAWALUDIN SUSANTO, SH.

Suasana ketegangan yang menyelimuti hubungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan negara tetangga Malaysia menjadi salah satu fokus masyarakat indonesia pada saat-saat ini (02/09/10). tidak dapat dipungkiri hubungan kedua Negara yaitu RI dan Malaysia merupakan berita yang memenuhi media masa, cetak dan elektronik. hubungan dua negara yang mempunyai budaya dan bahasa yang mirip tersebut dilatar belakangi oleh berbagai hal. diantaranya mulai dari sengketa perbatasan ke dua negara yaitu kasus ambalat dan terakhir yaitu terjadinya penangkapan 3 petugas perairan indonesia dengan berbagai alasan pembenar dari malaysia. akan tetapi, yang lebih peliknya lagi pada hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke - 65 ketiga petugas tersebut harus disamakan dengan 7 nelayan Malaysia. hal ini terjadi karena petugas perairan Indonesia harus bebas dengan di barter dengan nelayan Malaysia yang sebelumnya tertangkap menangkap (maling) ikan di perairan Indonesia.
berbagai reaksi dan tanggapanpun muncul dari seluruh rakyat indonesia mulai dari demo yang disertai dengan pembakaran bendera malaysia sampai dengan pelemparan kedutaan Malaysia dengan kotoran Malaysia. reaksi tersebut tentunya mendapat tanggapan dari menteri luar Negeri Malaysia dengan mengungkapkan kekecewaan dan menganggap harga diri Negeri Jiran tersebut di injak-injak.
hal ini menuntut Presiden SBY harus bicara dan bersikap. akhirnya presiden melakukan pidato kenegaraan yang intinya permasalahan antara Indonesia dan malaysia harus segera diselesaikan melalui jalur diplomasi. mulai dari masalah perbatasan dan berbagai masalah yang lainnya. sikap presiden SBY tersebut sangat kontras dengan sikap Mantan Presiden Soekarno pada saat konflik dengan malaysia yang mempunyai sikap tegas dengan mengatakan bahwa kedaulatan Bangsa indonesia merupakan harga mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
Tentunya hal ini mendapat berbagai reaksi dari seluruh Indonesia. mulai dari orang yang senang dan tak sedikit pula yang kecewa. kekecewaan tersebut tidak lepas dari keinginan untuk melakukan tindakan tegas dengan ganyang Malaysia.
semoga saja hubungan RI- Malaysia cepat membaik ya.
menurut kalian harus bagaimana....??????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar